Postingan

Sejenak Terpukau

     Saat suasana belajar diperkuliahan mengalir tepat satu jam selepas bunyi kentong tanda waktu dzuhur menggema saya menyimak penuh penyampaian dosen prihal penerjemahan di kelas tarjemah, dosen yg bernama makki hasan tersebut membuatku sejenak terpukau untuk lebih detail menyimak kata demikata yg terdengar dari pemaparannya, berikut poin yg kami cerna: 1. Penerjemahan      Simpelnya proses penerjemahan dari Bsu ke Bsa ada dua seni yaitu "cantik" atau "setia", Cantik yang dimaksud adalah lihai dalam pemilihan diksi oleh sang penerjemah, artinya dalam proses menerjemahkan sebuah teks, penerjemah tidak diharuskan memilih arti bahasa sasaran yg selaras dengan arti bahasa sumber disetiap kata demi katanya namun tentang bagaimana sang penerjemah meracik dan meramu gaya bahasa sasaran agar dapat menyampaikan pesan yg terkandung dalam bahasa asal (sumber) walaupun dengan memodifikasi hasil terjemahannya dengan gaya khas sendiri namun yang terpenting dia tetap te...

Maksud Terselubung di Awal Bait Alfiyah Ibnu Malik

     Ketika membaca "Syarah Ibnu Aqil 'ala Alfiyah Ibnu Malik" kami menemukan sebuah nadhom yang mengandung filosofis dalam penyusunanya, jika dibaca diamati dan dipahami, hal ini mungkin dapat memberikan manfaat dan mutu kepada seluruh penggiat ilmu, untuk itu kami menguraikanya.  Ya, tepat berada pada bait pertama Alfiyah ibnu malik yang berbunyi "قال محمد هو ابن مالك" "Qola Muhammadun huwa ibnu Maliki",  ternyata eh ternyata ada sebuah filosofi makna, dan tujuan yang termuat dalam penyusunannya.      Sebelum berlanjut perlu kita fokuskan dan pahami terlebih dahulu pola kalimat nadhom berikut untuk menyatukan persepsi: "..... محمد هو ابن مالك"  *  "احمد.....", dalam jumlah (kalimat) tersebut terdapat kajian fokus yaitu: - Pertama : kata "محمد" kedudukannya sebagai man'ut (yang disifati) untuk kata "ابن مالك" - kedua : isim dhomir (هو) kedudukannya sebagai mubtada yg tentunya mengandung 'amil ma'nawi...

Tren Blending Bahasa

     Sebagai pribadi yang lahir di bumi pertiwi jauh lebih indah jika bahasa yang digunakan keseharian adalah bahasa nasional dan menjaga bahasa daerahnya, teguh dgn bahasa persatuan negaranya, Bertutur bahasa indonesia pada situasi perkumpulan antar suku dengan segala bahasanya (formal), namun tidak lupa pula bangga dan melestarikan bahasa daerahnya melalui perberbincangan dgn sesama suku dan etnisnya, akan lebih keren lagi jika orang asing yg berbincang denganya ia ajarkan bahasa persatuan tanah airnya bahkan bahasa suku didaerahnya sehingga merakalah yg terlebur oleh kita      Opini terkait tren penggunaan campuran bahasa asing dalam percakapan sehari-hari yang kiat merambah dikalangan pelajar bahkan non-pelajar seperti penggunaan kata "ana" sebagai ganti "saya", "antum" sebagai ganti "kamu/kalian", (namun heranya mereka tidak sekalian saja mengganti kata "dia" dengan "huwa", kata "kami" dengan "nahnu", ...

Kok Zaid Selalu Pukul Amar

ان داود قال يا زيد عمرو  * أخذ الواو من حروفی ظلما MENGAPA ZAID SELALU MEMUKUL AMR? Kala itu Dawud Basya (seorang menteri di Turki pada masa Daulah Utsmaniyyah) ingin belajar bahasa Arab, maka iapun memanggil "guru privat". Karena sang guru sering memberi contoh kalimat: ضَرَبَ زَيْدٌ عَمْرًا Maka suatu hari ia bertanya kepada gurunya: "apa kesalahan Amr hingga Zaid memukulinya terus? Serendah itukah kedudukan Amr hingga Zaid bisa bebas memukulinya??!!" Sang guru menjawab: "tidak ada yang memukul maupun yang dipukul wahai tuanku, ini hanya sebuah contoh yang dibuat para ulama agar mudah dipahami." Jawaban tersebut tidak memuaskan hati Dawud, singkatnya ia pun marah dan memenjarakan gurunya. Kemudian ia mencari guru lain dan kejadian ini pun berulang, hingga penjara dipenuhi oleh para nuhat (ahli nahwu). Hingga akhirnya ia memanggil seorang ulama dari Baghdad, yang mana ulama tersebut sudah mengetahui apa yang hendak ditanyakan sang menteri. Dawud bertanya:...
     Disaat lelah saya beristirahat dan menunaikan sholat magrib di salah satu masjid di malang jawa timur tepatnya di dinoyo, saya mendapati salahsatu jamaah yang membuat saya salut pasalnya ia sepuh namun rutin berjamaah, akan tetapi ada suatu hal yang membuat saya tertegur, bagaimana tidak karena saya seorang pelajar, santri, bahkan mahasiswa walau belum sebanding dengan kebanyakan orang akan tetapi wajib rasannya hal ini untuk dibagikan      Singkat cerita beliau mempersilahkan saya untuk mengisi shof di sampingnya sayapun maju dan menghampirinnya, setelah imam takbiratul ihram sayapun menyusul, namun lain dengan beliau yang rupannya kesulitan untuk membaca niat yang memang harus bebarengan dgn takbiratul ihram, ia terus menerus mengulanginya hingga beberapa kali sampai hampir imam akan ruku' untuk memastikan hatinya mantap dan bacaannya lengkap      Saya memaklumi hal ini karena memang ia sudah tua dan bermahkota disisi lain mungkin beli...

Jatuh dalam Bahasa Indramayu

  1. Niba/tiba diucapkan ketika melihat benda berat jatuh misal orang  Eh awas "niba" aja manek² wiwitan (Eh awas jatuh jgn naik² pohon) Eh awas genteng e "niba"ni ndas (eh hati2 gentengnya jatuhin kepala) 2. Nepluk disajikan ketika  benda yg dijinjing jatuh atau akan jatuh / benda kecil yg jatuh secara tidak sengaja Contoh: awas "nepluk" permene, awas "nepluk" kertase Wah kayane mah pulpene kita "nepluk ng dalan 3. kesradat Tergelincir Contoh: awas ksradat lunyu ati²! 4. Keplarak Ungkapan ketika berjalan atau lari² di atas licin lalu terjatuh atau satu makna dgn kesradat 5. Keseleo Maknannya mirip dengan keseradat namun keseleo lebih di ungkapkan ketika berlajan bukan di area licin lalu tergelincir seperti berjalan dibatu lalu jatuh Contuh; aduh sikil e keseleo 6. Kejebur Jatuh di air 7. Ambrem Satu makna dgn kejebur namun lebih ke berniat menjatuhkan diri ke air  8. Mrukpug Seperti melihat dinding yg mulai lapuk dan berjatuhan semen dan pa...

Imbuhan dan Partikel Bahasa Jawa Khas Indramayu

Fungsi pragmatik 1. Tah a. digunakan diakhir kata seraya bertanya untuk mendapat kepastian kembali atas informasi yg didapat sebelumnya. eh jare mboke kita, bapane sira garep miyang meng sawah, iya "Tah" ? Eh kata ibu saya, bakapmu mau berangkat ke sawah, iya "tah"? b. digunakan di awal kata seraya berniat merekomendasikan sesuatu. husein: eh sapa sg pengen ngater kita meng stasiun?, Tah karo sira bae jak "Yuh" Rojak: yuh gas mumpung kita lagi nganggur! c. Terkadang "tah" juga digunakan untuk merekomendasikan pilihan ya srog mbuh sapa bae sg pengen melu meng bromo ngajaka batur sejen, aep tah, rojak tah, mbuh dawud sg motore anyar 2. Jeh  a. digunakan untuk penegasan ulang biasanya jatuh setelah imbuhan "tah" atau "sih" pada kalimat tanya, Yayu: eh nang (u/cowo) jare bapane sira garep miyang meng sawah, iya tah? nanang: ngeh "Jeh" yu! Yayu: Eh nak katanya bapakmu mau berangkat ke sawah, iya tah jawab: iya "jeh...