Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2024

Jatuh dalam Bahasa Indramayu

  1. Niba/tiba diucapkan ketika melihat benda berat jatuh misal orang  Eh awas "niba" aja manek² wiwitan (Eh awas jatuh jgn naik² pohon) Eh awas genteng e "niba"ni ndas (eh hati2 gentengnya jatuhin kepala) 2. Nepluk disajikan ketika  benda yg dijinjing jatuh atau akan jatuh / benda kecil yg jatuh secara tidak sengaja Contoh: awas "nepluk" permene, awas "nepluk" kertase Wah kayane mah pulpene kita "nepluk ng dalan 3. kesradat Tergelincir Contoh: awas ksradat lunyu ati²! 4. Keplarak Ungkapan ketika berjalan atau lari² di atas licin lalu terjatuh atau satu makna dgn kesradat 5. Keseleo Maknannya mirip dengan keseradat namun keseleo lebih di ungkapkan ketika berlajan bukan di area licin lalu tergelincir seperti berjalan dibatu lalu jatuh Contuh; aduh sikil e keseleo 6. Kejebur Jatuh di air 7. Ambrem Satu makna dgn kejebur namun lebih ke berniat menjatuhkan diri ke air  8. Mrukpug Seperti melihat dinding yg mulai lapuk dan berjatuhan semen dan pa...

Imbuhan dan Partikel Bahasa Jawa Khas Indramayu

Fungsi pragmatik 1. Tah a. digunakan diakhir kata seraya bertanya untuk mendapat kepastian kembali atas informasi yg didapat sebelumnya. eh jare mboke kita, bapane sira garep miyang meng sawah, iya "Tah" ? Eh kata ibu saya, bakapmu mau berangkat ke sawah, iya "tah"? b. digunakan di awal kata seraya berniat merekomendasikan sesuatu. husein: eh sapa sg pengen ngater kita meng stasiun?, Tah karo sira bae jak "Yuh" Rojak: yuh gas mumpung kita lagi nganggur! c. Terkadang "tah" juga digunakan untuk merekomendasikan pilihan ya srog mbuh sapa bae sg pengen melu meng bromo ngajaka batur sejen, aep tah, rojak tah, mbuh dawud sg motore anyar 2. Jeh  a. digunakan untuk penegasan ulang biasanya jatuh setelah imbuhan "tah" atau "sih" pada kalimat tanya, Yayu: eh nang (u/cowo) jare bapane sira garep miyang meng sawah, iya tah? nanang: ngeh "Jeh" yu! Yayu: Eh nak katanya bapakmu mau berangkat ke sawah, iya tah jawab: iya "jeh...