Disaat lelah saya beristirahat dan menunaikan sholat magrib di salah satu masjid di malang jawa timur tepatnya di dinoyo, saya mendapati salahsatu jamaah yang membuat saya salut pasalnya ia sepuh namun rutin berjamaah, akan tetapi ada suatu hal yang membuat saya tertegur, bagaimana tidak karena saya seorang pelajar, santri, bahkan mahasiswa walau belum sebanding dengan kebanyakan orang akan tetapi wajib rasannya hal ini untuk dibagikan
Singkat cerita beliau mempersilahkan saya untuk mengisi shof di sampingnya sayapun maju dan menghampirinnya, setelah imam takbiratul ihram sayapun menyusul, namun lain dengan beliau yang rupannya kesulitan untuk membaca niat yang memang harus bebarengan dgn takbiratul ihram, ia terus menerus mengulanginya hingga beberapa kali sampai hampir imam akan ruku' untuk memastikan hatinya mantap dan bacaannya lengkap
Saya memaklumi hal ini karena memang ia sudah tua dan bermahkota disisi lain mungkin beliau orangnya perfeksionis sehingga apapun yang kurang dan membuatnya ragu ia mantapkan walau dengan mengulanginnya beberapa kali, walau bahkan sampai tertinggal dgn imam
Ibadahpun terus berjalan, hingga akhirnya sampai uluk salam, namun disepanjang menunaikan rukun² sholat yang saya perhatikan dari beliau adalah ia selalu melakukan hal yang serupa yaitu membaca doa ruku'/sujud dll nya dengan semaksimal yg ia bisa, fasih, hingga mantap hatinya walau terkadang gerakannya sampai tertinggal dengan imam, ada hal yang membuat saya iba u/ berniat menasihatinnya walau tidak terlaksana adalah ketika di penghujung tahiyyatul akhir, oleh karena itu inilah yg menjadi sebab tulisan ini dibuat dengan harapan untuk menggugurkan kewajiban berbagi ilmu.
Imampun salam dan saya pun menyusulnya namun seperti yang telah terjadi dengan beliau sebelumnya yang mana selalu tertinggal bahkan sampai melebihi 2 menit beliau baru membaca salam setelah imamnya salam, setelah hampir imam berdoa beliau uluk salam dan langsung mengikuti wirid sebentar sampai akhirnya ikut berdoa dan mengamini doannya imam dan bersalaman salaman,
Adapun pelajaran yang dapat kita ambil dari kejadian di atas adalah:
1. Agar sebisa mungkin untuk menghilangkan keraguan yang membuat terhambatnya ibadah atau hal lainnya
2. Berusaha tidak membiasakan keraguan menjamur dalam jiwa
3. Dari sekian banyaknnya bacaan sholat atau aktifitas lainnya pilih mana yang menjadi wajib untuk tidak tertinggal, artinya lebih baik meninggalkan yang sunah dari pada yg wajib apalagi posisi kita mjd makmum yg harus terus mengimbangi gerakannya.
4. Jika masih kesulitan membaca niat yg mana wajib dilakukan bebarengan dengan rukun sholat yg kedua (takbiratil ihram), ingatlah yang terpenting adalah dengan melatihnya.
5. Mengingatkan kita ketika tidak mampu melakukan semuannya agar untuk tidak meninggalkan semuannya.
Wallahu'alam bisshowab.
Komentar
Posting Komentar