Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2025

Maksud Terselubung di Awal Bait Alfiyah Ibnu Malik

     Ketika membaca "Syarah Ibnu Aqil 'ala Alfiyah Ibnu Malik" kami menemukan sebuah nadhom yang mengandung filosofis dalam penyusunanya, jika dibaca diamati dan dipahami, hal ini mungkin dapat memberikan manfaat dan mutu kepada seluruh penggiat ilmu, untuk itu kami menguraikanya.  Ya, tepat berada pada bait pertama Alfiyah ibnu malik yang berbunyi "قال محمد هو ابن مالك" "Qola Muhammadun huwa ibnu Maliki",  ternyata eh ternyata ada sebuah filosofi makna, dan tujuan yang termuat dalam penyusunannya.      Sebelum berlanjut perlu kita fokuskan dan pahami terlebih dahulu pola kalimat nadhom berikut untuk menyatukan persepsi: "..... محمد هو ابن مالك"  *  "احمد.....", dalam jumlah (kalimat) tersebut terdapat kajian fokus yaitu: - Pertama : kata "محمد" kedudukannya sebagai man'ut (yang disifati) untuk kata "ابن مالك" - kedua : isim dhomir (هو) kedudukannya sebagai mubtada yg tentunya mengandung 'amil ma'nawi...

Tren Blending Bahasa

     Sebagai pribadi yang lahir di bumi pertiwi jauh lebih indah jika bahasa yang digunakan keseharian adalah bahasa nasional dan menjaga bahasa daerahnya, teguh dgn bahasa persatuan negaranya, Bertutur bahasa indonesia pada situasi perkumpulan antar suku dengan segala bahasanya (formal), namun tidak lupa pula bangga dan melestarikan bahasa daerahnya melalui perberbincangan dgn sesama suku dan etnisnya, akan lebih keren lagi jika orang asing yg berbincang denganya ia ajarkan bahasa persatuan tanah airnya bahkan bahasa suku didaerahnya sehingga merakalah yg terlebur oleh kita      Opini terkait tren penggunaan campuran bahasa asing dalam percakapan sehari-hari yang kiat merambah dikalangan pelajar bahkan non-pelajar seperti penggunaan kata "ana" sebagai ganti "saya", "antum" sebagai ganti "kamu/kalian", (namun heranya mereka tidak sekalian saja mengganti kata "dia" dengan "huwa", kata "kami" dengan "nahnu", ...