Cinta dalam ranah pendidikan
Cinta dalam ranah pendidikan
Sebagai jalan utama untuk meraih kesuksesan dan keselamatan di dunia dan akhirat, Pendidikan seharusnya dijadikan pedoman hidup manusia khususnya umat islam dan tidak mengesampingkan Pendidikan hanya demi hal-hal yang bersifat hiburan maupun kesenangan yang instan. Pendidikan mampu memberikan pemahaman dalam hal yang seharusnya dilakukan dan ditinggalkan, dengan modal pendidikan manusia dapat mengerti bagaimana cara agar dia selamat didunia dan tidak terjerumus kedalam kerugian, pada pelaksanaannya pendidikan harus didasari dengan rasa cinta dan kemauan yang tinggi untuk mengkaji materi, rasa cinta merupakan bahan bakar yang dapat menggerakkan semangat dan rasa antusias dalam kegiatan belajar mengajar, bagaimana kegiatan yang menjadi proses dalam Pendidikan dapat berjalan dengan baik, lancar, dan istiqomah tanpa menanamkan rasa cinta terhadap materi-materi yang menjadi kajian dalam Pendidikan, penulisan ini dilatar belakangi oleh minimnya kesadaran santri dalam meningkatkan rasa cintanya terhadap ilmu dan Pendidikan, khusunya santri alhikmah02 periode 2022, pada periode ini mayoritas dari mereka belum memiliki rasa antusias dalam kegiatan belajar, hal yang dapat dilihat dari keadaan santri alhikmah02 saat itu ialah kurangannya rasa kepedulian terhadap ilmu, padahal tujuan mereka merantau tidak lain untuk menimba ilmu, tentu hal terpenting adalah menanamkan rasa cinta seiring berjalanya proses pendidikan dan pembelajaran agar segala apa yg menjadi penghambat sebuah proses kegiatan dapat dilalui dengan senang hati, keadaan ini dibuktikan berdasarkan pengalaman penulis pada periode tersebut. Penulisan ini bertujuan untuk membuktikan dan memberikan pemahaman tentang eksistensi cinta dalam Pendidikan diharapkan dapat menyembuhkan kesadaran santri tentang pentingnya penanaman rasa cinta dalam Pendidikan.
Pada zaman sekarang khususnya era digital sering kita jumpai anak-anak yang kurang antusias dalam mengenyam Pendidikan artinya mereka cenderung terhadap hal-hal yang bersifat hiburan semata bahkan Pendidikan tidak dijadikan prioritas utama dalam menempuh kesuksesan padahal manaqib imam syafii menyebutkan bahwa “ Orang yang ingin mengharapkan kebahagiaan di dunia maupun akhirat hendaknya ia memiliki ilmu”, tentunya perkataan beliau dapat kita jadikan pedoman dalam mencapai kesuksesan namun fakta remaja sekarang belum bisa menjadikan ilmu sebagai pedoman untuk menuju kesuksesan, khususnya keadaan santri Al-hikmah02 Periode 2022 yang mengalami krisis rasa antusias dalam kegiatan belajar mengajar, rasa kurang antusias dalam dunia Pendidikan sebenarnya tidak hanya karena tidak ada rasa cinta pada pelajaran atau pendidikan bahkan rasa kurang antusias terjadi karena belum bisa mencintai atau beradaptasi dengan guru dan lingkungan, Ketika seseorang sudah bisa beradaptasi dan merasa nyaman maka tumbuhlah rasa cinta dalam jiwanya, Ketika rasa cinta tertanam dan tumbuh maka apapun yang menjadi konsekuensi dan penghambat sebuah proses dapat dikerjakan dengan senang hati. oleh karena itu penulis membuat artikel dengan judul “Eksistensi cinta dalam Pendidikan”. Karena penulis sangat yakin bahwa Rasa cinta terhadap ilmu akan mengantarkan mereka kepada rasa antusias dalam mengenyam dunia Pendidikan, pada akhirnya mereka mampu memprioritaskan Pendidikan sebagai alat utama dalam meraih impian dan kesuksesan.
Adapun mengapa judul yang dipilih itu “Eksistensi cinta dalam Pendidikan”, karena Pendidikan merupakan bekal utama manusia untuk meraih impian atau kesuksesan didunia maupun akhirat, bagaimana Pendidikan akan berjalan dengan baik jika belum ada rasa cinta yang tertanam dalam jiwa pelajar. tentunya, kajian ini sangat menarik untuk dibahas karena mengingat cinta adalah sebuah perasaan yang sukar dijelaskan dan Pendidikan merupakan kegiatan yang wajib bagi setiap mukmin, tentu perlu ada pemahaman tentang Eksistensi cinta dalam Pendidikan agar apa yang menjadi proses kegiatan belajar mengajar dapat dikerjakan dengan senang hati sehingga orang yang menjalani pekerjaan tersebut tidak merasa terbebani dan pekerjaan akan selalu berjalan dengan lancar serta berkesinambungan.
Tujuan penilitian ini untuk membuktikan dan memberikan pemahaman bahwa cinta adalah sumber munculnya keihlasan dalam mengerjakan segala hal sehingga dengan adanya artikel ini dapat menambah kesadaran pelajar/santri tentang betapa pentingnya eksistensi cinta yang harus tertanam dalam jiwa agar pelajar dapat menyadari bahwa rasa kurang antusiasnya dalam belajar disebabkan tidak adanya rasa cinta dalam Pendidikan atau mata pelajaran, sehingga mereka bisa lebih giat lagi dalam menyuburkan rasa cintanya terhadap pendidikan
Tuhan menciptakan mahluknya dengan cinta dan dengan cinta pula tuhan menjaganya dan seluruh mahluk akan benar-benar hidup hanya dengan cinta, artinya cinta itu membawa warna kehidupan dan dengan cintanya pula seluruh mahluk akan dikembalikan, cinta adalah tentang apa yang bisa diberikan bukan tentang apa yang harus didapatkan karena cinta bukanlah obsesi, cinta dan kehidupan saling berhubungan artinya kehidupan ada karena cinta kehidupan tanpa rasa cinta akan terasa hampa, ia serupa energi yang memberikan motivasi dan dorongan kepada seseorang untuk berjuang, alasan utama manusia melakukan sesuatu adalah cinta, bagaimana sumber hasrat tercipta jika tidak berasal dari cinta, cinta itu tumbuh seiring dengan usaha untuk mengetahui objek cinta, maksudnya, ketika kita ingin menemukan rasa cinta kepada sesuatu tentu harus mengenal lebih dalam objek yang kita cintai seperti ada orang yang mengatakan “saya sangat mencintai ilmu filsafat” tentu perkataan ini didasasi pengetahuannya tentang ilmu filsafat baik pengetahuan tentang kegunaan filsafat, manfaatnya ataupun hal-hal menarik lainnya yang menjadikan ia senang mempelajari ilmu tersebut, peryataan seperti ini dapat dibuktikan dengan seberapa besar rasa antusiasnya dalam mengkaji ilmu filsafat, dengan demikian hal utama dalam hidup adalah menumbuhkan rasa cinta karena dengan cinta segala kehidupan dapat dijalani dengan tulus, hati yg terbuka dan ihlas, cinta tidak melulu tentang perasaan dan batin terhadap pasangan bahkan cinta pada apapun seperti cinta ilmu, dalam keadaan ini seseorang mencurahkan perjuangan, pengorbanan, dan tanggung jawab hanya untuk ilmu, mereka berjuang demi medapatkan ilmu walau harus mengarungi samudera, mereka berkorban demi mendapatkan secercah ilmu walau harus meninggalkan keluarga di rumah, mereka juga bertanggung jawab untuk menjaga, memelihara dan menyebarkan ilmu yang sudah didapat, tiga perkara ini tidak akan ada tanpa adanya Hasrat tinggi untuk mendapatkan ilmu dan menghidupi ilmu yaitu mengamalkan dan menyebarkan ilmu, imam syafii mengatakan “ingat kalian tidak akan mendapatkan ilmu kecuali dengan enam perkara yaitu: petunjuk ustadz, semangat, biaya, sabar, cerdas, dan lama waktunya”. Enam perkara tersebut akan ihlas dicari dan dijalani hanya dengan rasa cinta yang hidup dalam jiwa.
Makna eksistensi cinta:
Perlu kita pahami tentang cinta dan eksistensinya, menurut kamus Besar Bahasa Indonesia eksistensi merupakan perwujudan, kehadiran, keberadaan, yang mengandung unsur bertahan. Sedangkan menurut filsafat lorens kata eksistensi bersumber dari Bahasa latin yaitu exitere disusun dari kata “ex” yang artinya keluar dan “sistere” yang artinya tampak, muncul atau tampil. Dapat juga diartikan eksistensi adalah apa yang ada dan memiliki aktualitas. Mengamati eksistensi dapat dilakukan dari dua segi baik segi manifestasi eksternalnya maupun segi realitas intrinsiknya, maksud yang pertama kita mengamati cintanya seseorang terhadap ilmu berdasarkan tindakan sebagai wujud perasaan, dan yang kedua dari segi realitas intrinsiknya yaitu mengamati dimensi atau komponen-komponen yang ada dalam cinta seperti passion, intimacy, dan komitmen.
Mana yang lebih dahulu eksistensi apa esensi?
Sesungguhnya mana yang lebih dahulu itu persoalan sudut pemahaman karena keduanya sangat melekat dan saling berkaitan, Eksistensi Cinta merupakan bentuk atau rupa yang abstrak, hanya dirasakan oleh orang yang terlibat dalam suatu keadaan dan tidak dapat dirasakan oleh orang lain sedangkan esensi cinta merupakan manfaat atau fungsi adanya rasa cinta tersebut, Adapun analogi dari peryataan esensi lebih dahulu dari pada eksistensi seperti orang yang ingin membuat alat bantu (spt sendok dll), sebelum membuat alat tersebut tentunya mereka sudah tahu fungsi utama alat tersebut sehingga tidak mungkin membuat bentuk yang tidak sesuai dengan kegunaan, dan analogi dari peryataan eksistensi lebih dahulu dari pada esensi seperti bayi yang terlahir didunia, apakah kita tahu esensi bayi tersebut, nyatanya kita belum tahu masa depan bayi tersebut.
Menurut filsafat tradisional esensi (kodrat) adalah sesuatu yang mendasar dan tidak dapat dirubah namun menurut jean paul eksistensi mendahului esensi (I’existence precede I’essense) karena kita belum tahu apa yang terjadi kedepanya, oleh karena itu Eksistensi cinta dan Esensinya sangat saling berkaitan, cinta dibuktikan dengan rasa antusias dan kepedulian sedangkan antusias pada pekerjaan didasari oleh rasa cinta jadi jika ingin paham soal perasaan tersebut maka harus terjun didalamnya penulis tidak dapat mengatakan mana yang lebih dahulu karena eksistensi cinta dan esensinya merupakan sesuatu yang dirasakan oleh setiap individu, dan tidak ada campur tangan orang lain. Namun penulis yakin bahwa segala pekerjaan baik bermanfaat untuk pribadi maupun orang lain akan dikerjakan dengan senang hati apabila rasa cinta sudah melekat dalam jiwa. Seperti menulis artikel ini tentunya penulis sangat merasa antusias dan tetap menjalankan tugas dengan senang hati karena rasa cinta penulis pada tema dan judul ini merupakan bekal utama yang mampu mengerahkan serta mendorong untuk mencurahkan segala pemikiran, tenaga dan waktunya dalam berkhidmat menyelesaikan kewajiban.
Asal usul kata cinta
Hal terpenting untuk memahami maksud cinta dalam artikel ini yaitu bukan love yang menjadi istilah cinta pada lawan jenis dan bukan yang berasal dari Bahasa Yunani atau Bahasa lainnya yang diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia, karena ada 4 macam istilah kata dari Bahasa asing yang dalam penerjemahan kedalam Bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai cinta namun empat kata tersebut memiliki makna dan maksud yang berbeda, empat kata tersebut yaitu;
a. Eros
Kata ini berakar dari bahasa yunani yang berarti hasrat, cinta eros termasuk cinta yang berlandaskan hawa nafsu yang bersifat keniscayaan biologis orang yang merasakanya akan terdorong untuk menghalalkan segala cara demi memenuhi egonya walaupun sampai harus menyakiti yang lain. Eros dapat diumpamakan kasih “Karena”. Seperti contoh karena engkau cantik maka saya mengasihimu.
b. Philia
Kata ini berasal dari Bahasa Yunani yang memiliki maksud cinta terhadap persahabatan atau cinta berbasis kebijaksanaan sendiri, plato dan Aristoteles sangat menjunjung philia dari pada eros karena kata ini mempunyai makna yang dalam dan tidak bersifat emosional menurut plato ketertarikan fisik merupakan bagian yang tidak penting dari cinta, dari pendapat ini dapat dipahami bahwa fhilia tentu tidak hanya merujuk pada cinta antara lawan jenis.
Dalam retorika Aristoteles berasumsi bahwa philla termasuk bentuk kecenderungan seseorang untuk memberikan kebaikan secara simultan dimaksudkan sebagai sarana menuju dalam menghasilkan kebahagiaan diri.
c. Storge
Kata yang merujuk pada cinta keluarga atau cinta suku, ras, negara, maupun suatu organisasi storge identik dengan cinta nusa atau nasionalisme cinta seperti ini bersifat naluriah, storge tidak didasari hasrat biologis, adapun hal yang dapat menumbuhkan rasa cinta seperti ini dapat disebabkan adanya hubungan Panjang, ikatan darah, satu prinsip, ideologi atau hal-hal lain yang dapat menumbuhkan rasa kesatuan seperti menganggap mahasiswa satu jurusan dalam perkuliahan sebagai keluarga, Ketika sudah dianggap sebagai keluarga tentu orang yang menganggap akan merasa memiliki, menjaga nama baik, saling melengkapi dan tanggung jawab.
d. Agape
Istilah kata cinta yang terakhir adalah agape, kata ini bersumber dari Bahasa Yunani yang memiliki arti cinta altruistic, cinta absolut, atau cinta tanpa syarat, budha menyebutnya dengan istilah metta yang dapat diartikan dengan cinta kasih yang bersifat universal, agape dianggap cinta tertinggi dan murni karena agape tidak terikat oleh apapun dan keadaan apapun serta tidak menuntut balasan dalam bentuk apapun, agape memiliki arti cinta “Meskipun” meskipun engkau berbuat dosa kepadaku tapi aku masih tetap mengasihimu, cinta seperti ini seringkali disematkan dalam analogi cinta tuhan kepada hambanya. Dari keempat istilah yang mengandung arti cinta diatas tentu yang tidak dimaksud makna cinta dalam kaitan cinta terhadap ilmu, cinta ilmu itu mempelajari, memperdalami, meneliti, menghafal, menjaga kemurnian ilmu atau informasi dalam menyebarkan dan bukti tindakan lainnya. Sikap, perilaku dan tindakan orang yang mencintai ilmu adalah senang membaca buku, memiliki rasa ingin tahu, semangat dalam belajar, tidak mudah menyerah dan selalu produktif dan inovatif.
Cinta menurut para ahli
1. Menurut imam al ghozali
Menurut beliau pokok penting yang perlu dipahami sebelum membahas hakikat cinta lebih dalam adalah pengetahuan dan penemuanya, menurutnya cinta tidak akan tergambar jika tidak mengetahui sesuatu yang ingin dicintai, oleh karena itu benda mati tidak bisa dinobatkan sebagai pecinta karena tidak memiliki pancaindra.
Beliau menambahkan pengetahuan adalah pionir untuk menemukan rasa cinta tentunya seberapa persen seseorang mencintai sesuatu tergantung berapa besar pengetahuan yang dimiliki pada benda tersebut, maka pengetahuan akan mengantarkan seseorang pada pemahaman sehingga dapat membuat seseorang merasa nyaman dan tenang, pada akhirnya menjadi sesuatu yang dicinta, oleh karena itu beliau mendifinisikan cinta dengan, “cinta merupakan sebuah ungkapan dari ketertarikan watak terhadap sesuatu yang di anggap nyaman”.
Pendapat beliau yang lain menyatakan bahwa tidak ada yang berhak dicintai selain allah, menurutnya orang yang mencintai selain allah disebabkan sempitnya pengetahuan tentang zat allah, mencintai allah SWT artinya harus mencintai Rasulullah SAW, Waliyullah, Ulama dan orang-orang mukmin. Dapat kita pahami bahwa jalan untuk benar-benar mencintai Allah adalah dengan pengetahuan tentang segala sifat-sifatnya, sedangkan Pendidikan merupakan cara untuk memperoleh pengetahuan, Pendidikan tidak akan terjadi dan berjalan dengan baik tanpa rasa cinta yang ternamam dalam jiwa sehingga cinta terhadap ilmu dan pendidikan dapat mengantarkan mereka untuk benar-benar mencintai allah.
2. Menurut scott peck
Cinta adalah keinginan untuk mengembangkan potensi diri dengan maksud memelihara perkembangan spiritual sendiri atau orang lain cinta itu membawa kebaikan bagi orang yang sedang mencintai apapun dan tidak membuat orang tersebut tertekan untuk mengorbankan.
3. Menurut jalaluddin rumi
Cinta manusia mempunyai tahap-tahap perkembangan, salah satunya memuja segala hal, menurut rumi cinta tidak terungkapkan tetapi orang yang merasakanya dapat membicarakanya konsep cinta versi jalaluddin rumi yaitu cinta dengan memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan yang bersifat universal. Ini Juga dapat dipahami sebagai mencintai keadilan dan kemashalatan.
4. Menurut ibnu qoyyim al-jauziyyah
Beliau mengungkapkan bahwa mahluk hidup pasti memiliki rasa cinta, keinginan, dan perilaku. Beliau menambahkan ada beberapa kelompok yang mendeskripsikan cinta, cinta itu seperti arak yang memabukkan hal ini diungkapakan oleh orang yang sangat menyukai cinta, ada juga yang mengatakan cinta itu seperti singa bagi mereka yang mengagungkan cinta, tentunya segala sesuatu yang wujud tidak menjadi harmonis tanpa dikerahkan oleh rasa cinta, mahluk yang tidak pernah merasakan cintai atau tidak pernah mencintai dan belum paham tentang cinta maka kesenangan tidak akan pernah menghampirinya, cinta adalah pondasi kepercayaan dimana manusia tidak akan masuk dan melakukan aktivitas tanpa rasa cinta yang tumbuh dalam jiwa, seperti mahasiswa yang sedang menulis artikel filsafat, mereka akan sangat antusias dengan tugasnya apabila rasa cinta pada bidang filsafat itu ada atau rasa cinta pada topik yang sedang dikaji, dapat dipastikan bahwa cinta merupakan bekal utama untuk mewujudkan rasa antusias, peduli, dan tanggung jawab.
5. Menurut erich fromm
Cinta adalah sebuah seni yang membutuhkan Pengetahuan, maksudnya, rasa cinta itu terus tumbuh dan berkembang seiring bertambahnya pengetahuan seseorang terhadap sesuatu, serta pelatihan untuk bisa mencinta merupakan suatu kegiatan dan bukan pengaruh yang pasif, salah satu esensi cinta adalah kreatifitas dalam diri manusia dan dalam jiwa manusia ada dua hal yang bisa mengerahkan cinta, yang pertama adalah pengaruh akal budi hal ini dapat disebut cinta tanpa pamrih yaitu cinta yang tidak menuntut balasan dan yang kedua adalah perasaan cinta yang digerakkan oleh hawa nafsu, hal ini disebut cita pamrih yaitu cinta demi mementingkan diri sendiri. menurutnya ada lima hal dalam Mewujudkan cinta kasih yaitu termasuk: pengenalan, perasaan, perhatian, tanggung jawab, dll.
Pengaruh cinta dalam Pendidikan
Rasa cinta hadir dalam subjek maupun objek serta situasi yg beraneka lainnya, maksudnya kondisi orang yang merasakannya tidak terbatas pada posisinya yang menjadi subjek saja bahkan kondisi lain, seperti ketika posisi ia sedang menjadi predikat atau wasilah sampainya sesuatu pada orang lain, dengan seiring berjalannya waktu benih-benih cinta muncul dengan sendirinya, cinta dapat diaplikasikan pada banyak hal, cinta pasangan, ilmu, pekerjaan, harta dsb. Sebenarnya, dalam dunia pendidikan pun ada yang namanya rasa cinta baik yang dialami oleh guru, pelajar, atau orang-orang yang terlibat dalam Pendidikan, sebagai bukti dari profesionalnya, seorang guru tidak hanya ditugaskan untuk memiliki rasa cinta terhadap profesi yang digelutinya, bahkan ia juga harus memiliki rasa cinta dan sayang terhadap peserta didiknya tanpa membedakan perbedaan yang ada, keadaan yang miris ketika pendidik (guru) hanya disibukkan u/menguasai bahan ajar (materi) dan penerapan teknologi dalam pembelajaran akan tetapi melalaikan pentingnya eksistensi cintanya terhadap peserta yang ia didik, Rasa cinta guru terhadap peserta didik dapat dihadirkan dalam bentuk kepedulian, empati, keinginan untuk memberikan kesejahteraan, dan memikirkan cara untuk mengembangkan bakat para siswanya, melakukan berbagai jenis upaya guna membantu peserta didik dalam rangka memajukan potensi diri dan ilmu pengetahuan, Sudah seharusnya kita sebagai peserta didik menanamkan rasa cinta terhadap segala hal yang dapat menambah wawasan, sebagaimana yang telah kita pahami bahwa segala proses pendidikan yang didasari rasa cinta akan terasa segar dan tidak kehilangan ruhnya, Artinya segala proses atau rintangan yang menjadi hambatan dalam memajukan Pendidikan selalu dikerjakan dengan penuh kenikmatan, kenyamanan, dan keihlasan, Biasanya ekpresi cinta yang terarah pada hal yang berkonsep abstrak mudah untuk dialami daripada dijelaskan. Pengaruh cinta pada pendidikan sangatlah besar, sebagaimana mereka yang giat belajar dan antusias dalam mengenyam dunia pendidikan tentu tidak lain didasari rasa cinta mereka pada ilmu, sehingga dalam proses pengerjaanyapun tidak merasa dirugikan atau mersa terbebani. Dalam hal ini pendidikan semakin terawat dengan baik dengan hadirnya rasa cinta terhadap segala yang menjadi wasilah sampainya ilmu dan pengetahuan.
Kesimpulan:
Cinta merupakan pemberian sang tuhan kepada mahluknya, setiap mahluk pasti memiliki rasa cinta yang menjadikanya termotivasi untuk melangkah, bekerja dan melakukan segala aktivitas lainya, cinta merupakan energi kuat yang mampu mendorong shohibnya walaupun harus dengan pengorbanan, Pemahaman tentang cinta dari berbagai perspektif para ahli dan teori yang menyatakan adalah merupakan hasil respon dari apa yang mereka rasakan selama bermulazamah dengan kata cinta, artinya pandangan tersebut dapat membantu orang lain dalam memahami makna cinta, sebagaimana yang telah dijabarkan bahwa cinta adalah emosi yang dapat mendorong orang yang merasakannya untuk bergerak demi kebaikan dan kebahagiaan diri sendiri maupun orang lain, Cinta adalah ungkapan, ekpresi atau tindakan dari ketertarikan watak terhadap segala sesuatu yang dianggap nyaman, dalam hal ini cinta bukan hanya terikat pada pasangan melainkan kepada segala sesuatu yang dianggap indah dan menarik serta nyaman, dalam konteks filosofis cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, cinta tidak lantas tumbuh tanpa seiring adanya pengetahuan manusia terhadap sesuatu yang ingin dicintai, Cinta memiliki esensi salah satunya adalah kreatifitas dalam diri manusia, Pengaruh cinta dalam Pendidikan dapat dibuktikan dengan banyak hal yaitu: kesemangatan dalam belajar, memiliki rasa antusias dalam kegiatan yang berkaitan dengan Pendidikan, menjadikan Pendidikan sebagai jalan untuk memproleh kebahagiaan, serta dapat mengurangi ketertarikan pada selain ilmu dan Pendidikan, keadaan ini menunjukan seseorang yang menjalaninya sudah menanamkan rasa cintanya terjadap Pendidikan. Jadi eksistensi cinta dalam pendidikan atau kegiatan mencari ilmu adalah sesuatu yang terpenting dan harus dirawat agar segala yang menjadi proses untuk menghasilkan ilmu dapat dilewati dengan tanpa merasa terbebani atau merasa disia-siakan dan dirugikan.
Daftar Pustaka:
1. Al-zarnuji, Alala Tanalul Ilma, (lirboyo kediri: Maktabah Muhammad Ibnu Nabhan, hlm. 02
2, Cinta (http://lidahibu.com/2012/03/06/cinta/) i.html)
3.https://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/06/16rasa-cinta-dalam-pendidikan/
4.https://en.m.wikipedia.org/wiki/The_Four_Lov es
5. https://id.scribd.com/doc/113353816/Arti-Cinta-Eros-Filia-Agape
6. https://id/wikipedia.org/wiki/pendidikan
7.https://www.psychologymania.com/2012/02/hidup-tanpa-cinta-bahagiakah.html?m=1
8. https://www.sehatq.com/artikel/triangular-theory-of-love
9. Ibnu Qoyyim al-jauziyyah, Raudhatul Muhibbin, terj. Fuad Syaifuddin Nur,( Jakarta: Qisthi Press,2011).23.
10. (Imam al Ghozali, Ihya Ulumuddin, 2010, juz 4, h. 296)98. (Imam al Ghozali, Ihya Ulumuddin, 2010, juz 4, h. 298)
11. Lorens Bagus, Kamus Filsafat (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2005), 183. Ibid, 1510. Love (https://en.wikipedia.org/wiki/Love)
12. Pengertian Cinta Mnurut Para Ahli (http://www.pengertianahli.com/2014/09/pengertian-cinta-menurut-para-ahl
13. Pius Abdillah P & M. Dahlan Al Barry, Kamus Ilmiah Popular Lengkap, (Surabaya: ARLOKA)
14. Stephen Palmquis, Pohon Filsafat The Tree of Fhilo
15. Plato, Timaeus; Aristotle, Metaphysics; St Thomas Aquinas, Summa Theologiae, Pars 1:1
16. Sizemore, Denver, 25 Pelajaran Tentang Doktrin Kristen, hal 10. LATM/GJKI, Yogyakarta, 2008
Sophy, (Yogyakarta): Pustaka pelajar, 2002)
17. The lacture wes dilivared on Monday, October 29, 1945. Although not published until 1946
Komentar
Posting Komentar