Ketukan Pintu lsyarat yg Belum Terjawab

Aku berharap pintu yang kau ketuk adalah pintu belas kasih dan rasa sayangmu sehingga aku merasakan cinta yg tulus dan murni darimu.

Sebagaimana yg masyhur dikhalayak bahwa pintu cinta yg dibuka atas rasa belas kasih adalah nomor satu.

Pesona bayanganmu sungguh merayu pikiranku tuk menjadi abdi penyuguh kehangatan hidupmu.

Tapi suara ketukan pintu isyaratmu untuk masuk dalam ruang sepimu justru membuatku terheran, kau ketuk itu tapi kau tempatkan aku dimana? bukankah ruang kosong itu ada yg menempati selain aku?

Seandainya aku tahu tentang hal itu niscaya aku tidak akan pernah singgah menemani rasa sepimu.

Jika memang begitu rasa cintaku padamu tidak akan pernah melukiskan kisah nyata antara aku denganmu.

Karena aku sadar cinta tidak akan menjadi realita diantara dua sengketa

Cinta itu memang harus dimiliki Sebagaimana asumsi mereka bahwa hidup tanpa rasa cinta beban terasa nyata.

Maka cukuplah dengan bayanganmu itu aku jadikan sebagai obat penenang jiwaku yang rindu menggebu & ingin meraihmu

Rinduku memang begitu berat jika tak mengadu dan kuakhiri dengan perasaanku tentangmu itu.

Aku berharap masih ada yg menasehatiku "duhai perindu biarlah rasa itu hilang berlalu sebagaimana engkau tahu cinta diantara dua insan yang sulit menyatu adalah air dan minyak, sulit menjadi realita untuk menjadi aku.

Maka kehendak untuk bersatu darimulah aku tunggu supaya hati ini menjadi bahagia tuk menyambut kedatanganmu dalam jiwaku.

Rindu & cinta itu bak ayat mutasyabihat begitu diyakini namun sukar ditafsiri salamku wahai calon permaisuri.


Komentar

  1. Terusin karyanya kak, cukup dalem nih yang disampeinn
    SEMANGART

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tren Blending Bahasa

Maksud Terselubung di Awal Bait Alfiyah Ibnu Malik

Sejenak Terpukau